Kalau ngomong- ngomong tentang Novel Lima Menara pasti terlintas dipikiran kita tentang kehidupan di Gontor, ya,itulah yang membuat jumlah para Calon santri tiba2 membludak menjadi 2798 anak di tempat pendaftaran Gontor Putri,.. begiu banyak para santri yg mendaftar, bahkan sayapun yang telah menjadi santri Gontor Putri satu merasakan ramainya Gp dua yang berada persis disebelahnya,..
Terbenak di pikiranku akan dosa2ku yg sekian banyak, kuingin sekali memakai jilbab saat SMP nanti, itulah rencanaku saat mau UASBN,..tentu kukatakan hal tersebut pada ibuku, sering kali kusampaikan sampai ibuku tampak bosan mendengarnya, akhirnya ia menawariku '' Dari pada cuma pakai jilbab, lebih baik sekalian saja di pesantren'', ''penjara suci'', itu yg pertama kali terucap dari lubuk hatiku,... tetapi, saat kulihat kehidupan di Gontor, memang berbeda dari yang lain,.. akhirnya kuterima tawaran ibuku,.. tanggal 29 mei 2010 kuberangkat dari Jakarta bersama ibuku, membawa bergembol-gembol tas yang banyak terisi peralatanku,... Tanggal 1 juni sampailah ku didepan gerbang Gp2(tempat penaftaran santri) kulangkahkan kakiku perlahan dengan degup jantung yg begitu kencang, dan aku disambut oleh penjaga gerbang yang ternyat santri gontor sendiri yg telah duduk dikelas 6. Kami dipandu hingga ke tempat BAPENTA (bagian penerimaan tamu) disana ku taruh tasku dan kuregangkan kakiku tuk melepas lelah setelah berjalan dari gerbang yg lumayan jauh dari Bapenta, kulihat dari pintu bapenta jauh didepan tampak terdapat gerbang pula, yg menjadi tempat asrama, sekolah, dan tempat ibadah para santri, kumelihat dari kejauhan, keramaian didalam gerbang tersebut.
Jam sudah menunjukkan jam 8, akupun harus ikut pengarahan sebelum mendaftar,.. disana diarahkan bagaimana kehidupan para santri yg hanya dgn serba sederhana,.. setelah itu aku mendaftar, dan aku deberi kamar disana,, ternyata kudapat kamar 6 yang terdapat dirayon damaskus (rayon= kumpulan dari 10 kamar) kubawa barang barang ku dan kumasuki kamar tersebut,.. betapa kagetnya diriku melihat 30 lemari yg berjejer di pinggir2 kamar. ternyata satu kamar terdapat 30 orang,.. kutata barang barang ku di lemariku yg bernomor 174. aku keheranan kenapa dikamar tak ada orang sama sekali, ternyata, para santri sedang berpidato.di aula, yg terdapat didepan rayonku, semua memakai baju jubah hijau, sehingga tampak seperti timun yg berjalan dari kejauhan. Aku diberi waktu 2 hari untuk idak ikut acara apa apa di asrama (sebagai pengenalan)
2 haripun tlah terlewat, dan merupakan hari dimana ibuku kan pulang meninggalkanku disana,.. saat pagi ku bangun pukul 03.00 dan segera beranjak dari kasurku, ku buka lemariku dan mengambil semua peralatan mandiku dan berlari ke kamar mandi, namun,.... saat kusampai dikamar mandi banyak sekali kamar mandi yg berjejer,.. namun,.. hanya 3 kamarmandi yang diterangi lampu, yang lainnya tidak kedapatan cahaya lampu, ironisnya, setiap kamar mandi yg gelap tak ada satupun orang yg mandi disana, namun dikamar mandi yg diterang, terdapat sekitar 5-7 orang yg sedang mengantri disana,.... dengan berat hati ku menuju barisan paling belakang dari antrian dan menaruh alat mandiku dibawah dan kuambil emberku sebagai tempat dudukku,.... Aku merasa bosan, mata kecil ini telah terasa berat, dari pada ketiduran diantrian, nanti malah diselak, lebih baik kuhitung jumlah kamar mandi, saat hitunganku yg ke 37, tibatiba terdengar suara ngaji, yg erarti para santri harus segera beranjak ke masjid, tentu para anak yg sedang mengantri segera menggedor gedor orang yg didalam, tanpa pikir panjang, dari pada aku ikut gedor gedor, aku langsung masuk ke kamar mandi yg gelap dan mandi disana,... setelah selesai ku berlari kekamar dan mengambil mukenaku, sejadah, dan tas sendal,.. kuberlari kemasjid, karena aku org yg peling belakang dari pada orang2 yg sedang berlarilari kemasjid,.. kusemakin dekat kemasjid, tiba tiba ada orang di depan masjid yg membawa sejadah yg telah dililit lilit dan berteriak dengan suara yg lantang dan keras ''SUR'AH AL WARO'YA!! SUR;A SUR'A'' 3 orang didepanku dipukul dgn sejadahnya, padahal mereka sedang berlari melintas didepannya,.. kini tinggal aku yg masih berlari2, karena takut ku balik arah kebelakang dan ku berlari memutar dan masik dari sebelah selatan masjid bukan dari sebelh utara,.. ke sampai di masjid dan ku taruh sandalku di tas sandal,... ku sangat lelah, akupun seger menggelar sejadah ku di samping anak yg tampak kelas 1 intensiv. namun sebelum aku duduk, anak disampingku tampak anek,.. kepalanya goyang goyang hendak mau jatuh kedepan, namun juga mau jatuh kebelakang, kulihat wajahny perlahan. dan ternyata dia sedang tertidur sambil duduk...
Kamis, 04 Agustus 2011
My Dyari In gontor for girls
Diposting oleh riena di 22.23 0 komentar
Langganan:
Komentar (Atom)
